CIM (Corporate Information Management)

CIM dalam bahasa indonesia adalah system informasi management perusahaan. Banyak orang mengatakan bahwa CIM ini hanya berkaitan dengan perusahaan, tapi sebenarnya CIM ini juga bisa dipakai pada lembaga-lembaga pendidikan seperti pada universitas. Jika perusahaan atau universitas tersebut tidak menggunakan CIM/SIM yang baik, maka ia tidak akan berkembang dengan baik. Seperti misalnya perusahaan, walaupun perusahaan tersebut telah mengeluarkan biaya yang besar, tapi pengelolaan SIM yang tidak tepat, maka pengembangan SIM pada peruahaan tersebut tidak akan berhasil. Oleh dari itu perlu diketahui apa saja yang menyebabkan kegagalan tersebut. Tapi sebelumnya lebih baik perlu diketahui apa yang dimaksud dengan CIM/SIM tersebut.

SIM merupakan suatu sistem berbasis komputer yang menyediakan informasi bagi beberapa pemakai dengan kebutuhan yang sama. Tapi dalam teorinya, komputer bukanlah syarat mutlak bagi sebuah SIM, namun dalam prakteknya SIM yang baik tidak akan ada tanpa bantuan kemampuan pemrosesan computer. Bagaimanapun untuk melakukan koordinasi dalam SIM akan lebih terbantu jika melibatkan computer. Nah dari sini dapat ditarik kesimpulan bahwa SIM adalah serangkaian sub-sistem informasi yang menyeluruh dan terkoordinasi yang secara rasional mampu menstransformasikan data sehingga menjadi informasi dengan berbagai cara untuk meningkatkan produktivitas yang sesuai dengan gaya dan sifat manajer dasar kriteria mutu yang telah ditetapkan.

Secara garis besar CIM adalah suatu proses:

  1. Perencanaan pasokan untuk informasi masa yang akan dating.
  2. Meningkatkan pengembalian atas investasi diteknologi informasi.
  3. Menghilangkan informasi yang berlebihan.
  4. Memastikan kepatuhan terhadap informasi perundang-undangan yang terkait.
  5. Meningkatkan nilai utilitas sumber daya informasi yang tersedia.

Jadi dapat disimpulkan bahwa CIM merupakan suatu proses perencanaan, peningkatan dan juga pengontrolan suatu manajemen informasi agar memiliki kinerja yang efisien, dapat memastikan  kepatuhan  terhadap informasi perundang-undangan yang terkait serta agar dapat meningkatkan pengembalian atas investasi dalam teknologi informasi.

  1. Perencanan disini adalah formulasi terinci untuk mencapai suatu tujuan akhir tertentu adalah aktivitas manajemen yang disebut perencanaan. Oleh karenanya, perencanaan mensyaratkan penetapan tujuan dan identifikasi metode untuk mencapai tujuan tersebut.
  2. Pengendalian / Pengontrolan. Perencanaan hanyalah setengah dari pertempuran. Setelah suatu rencana dibuat, rencana tersebut harus diimplementasikan, dan manajer serta pekerja harus memonitor pelaksanaannya untuk memastikan rencana tersebut berjalan sebagaimana mestinya. Aktivitas manajerial untuk memonitor pelaksanaan rencana dan melakukan tindakan korektif sesuai kebutuhan, disebut pengendalian.

 

Konsep CIM/SIM :

  • Robert G. Murdick & Joel E Ross

Proses komunikasi dimana input dan output yang direkam, disimpan dan diproses untuk pengambialn keputusan, mengenai perancangan, pengoperasian dan pengendalian.

  • Gordon B Davis

Sistem manusia dan mesin yang terpadu untuk menghasilkan informasi guna mendukung operasi manajemen dan fungsi pengambilan keputusan dalam suatu organisasi.

Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa:

Dalam Sistem Informasi Manajemen memiliki sub-sitem informasi yang saling mendukung demi tercapainya sasaran Sistem Informasi Manajemen dan organisasi yang di koordinasikan secara terpusat untuk menjamamin bahwa data yang di proses dapat di operasikan secara terencana dan terkoordinasi. Semuanya untuk menjamin bahwa informasi melewati dan menuju sub-sistem yang diperlukan, serta menjamin bahwa sistem informasi bekerja secara efisien. Sebagian dari sub-sistem tersebut berperan hanya dalam satu kegiatan atau lapisan manajemen, sementara yang lainya berperan ganda. CIM / SIM mentransformasikan data kedalam informasi sehingga data tersebut dapat berguna bagi manajer untuk tujuan tertentu.

 

Karakteristik SIM / CIM :

  • Merupakan salah satu dari 5 sub sistem dalam CBIS (Computer Based Information   System/Sistem Informasi Berbasis Komputer).
  • Merupakan tujuan untukmempertemukan seluruh informasi yang diperlukan oleh manajer pada semua tingkat organisasi.
  • Merupakan seluruh fungsi sistem informasi didalam suatu sub sistem input, database dan sub sistem output.
  • Memberikan gambaran terhadap atitude eksekutif dengan penyediaan komputer untuk membantu pemecahan masalah organisasi.

Tahap-Tahap yang ada pada SIM / CIM

1.  Tahap perencanaan.

Langkah-langkahnya :

  • menyadari masalah
  • mendefiniskan masalah
  • menentukan tujuan sistem
  • mengidentifikasikan kendala-kendala sistem
  • membuat studi kelayakan
  • mempersiapkan usulan penelitian sistem
  • menyetujui atau menolak penelitian proyek
  • menetapkan mekanisme pengedalian

 

2.  tahap analisis

Analisis sistem adalah penelitian atas sistem yang telah ada dengan tujuan untuk merancang sistem yang baru atau diperbarui.

Langkah-langkahnya :

  • mengumukan penelitian sistem
  • mengorganisasikan tim proyek
  • mendefinisikan kebutuhan informasi
  • mendefinisikan kriteria kinerja sistem
  • menyiapkan usulan rancangan
  • menyetujui atau menolak rancangan proyek

 

3.  tahap rancangan

rancangan sistem adalah penentuan proses dan data yang diperlukan oleh sistem baru.

Langkah-langkahnya:

  • menyiapkan rancangan sistem yang terinci
  • mengidentifikasikan berbagai alternatif konfigurasi sistem
  • mengevaluasi berbagai alternatif konfigurasi sistem
  • memilih konfigurasi yang terbaik
  • menyiapkan usulan penerapan
  • menyetujui atau menolak penerapan sistem

 

4.  tahap penerapan

penerapan merupakan kegiatan memperoleh dan mengintegrasikan sumber daya fisik dan konseptual yang menghasilkan suatu sistem yang bekerja.

Langkah-langkahnya :

  • merencanakan penerapan
  • mengumumkan penerapan
  • mendapatkan sumber daya perangkat keras
  • mendapatkan sumber daya perangkat lunak
  • menyiapkan database
  • menyiapkan fasilitas fisik
  • mendidik peserta dan pemakan
  • masuk ke sisitem baru

 

5.  tahap penggunaan

langkah-langkahnya:

  • menggunakan sistem
  • audit sistem
  • memelihara sistem

 

Penyebab kegagalan SIM / CIM :

SIM yang baik adalah SIM yang mampu menyeimbangkan biaya dan manfaat yang akan diperoleh artinya SIM akan menghemat biaya, meningkatkan pendapatan serta tak terukur yang muncul dari informasi yang sangat bermanfaat.

Nah sekarang dapat dilihat apa saja factor-faktor yang menunjukkan gagalnya SIM/ CIM dalam sebuah organisasi / perusahaan :

  1. Kurangnya partisipasi manajemen dalam bentuk keikutsertaan para manajer dalam merancang sistem, mengendalikan upaya pengembangan sistem dan memotivasi seluruh personil yang terlibat.
  2. Pengorganisasian perusahaan yang kurang wajar.
  3. Kurangnya perencanaan yang memadai.
  4. Kurang personil yang handal.
  5. Adanya permasalahan-permasalahan (problems) yang timbul di sistem yang lama. Permasalahan yang timbul dapat berupa :
  • Ketidakberesan sistem yang lama. Ketidakberesan dalam sistem yang lama menyebabkan sistem yang lama tidak dapat beroperasi sesuai dengan yang diharapkan.
  • Pertumbuhan organisasi. Kebutuhan informasi yang semakin luas, volume pengolahan data semakin meningkat, perubahan prinsip akuntansi yang baru menyebabkan harus disusunnya sistem yang baru, karena sistem yang lama tidak efektif lagi dan tidak dapat memenuhi lagi semua kebutuhan informasi yang dibutuhkan manajemen.

 

EBC (E-Comerce and E-Business)

E-business adalah mengelola bisnis di internet yang terkait dengan pembelian, penjualan, pelayanan terhadap konsumen, dan kolaborasi antar rekan bisnis. Penggunaan internet menyebabkan proses bisnis menjadi lebih efisien. Dalam penggunaan e-business, perusahaan perlu untuk membuka data pada sistem informasi mereka agar perusahaan dapat berbagi informasi dengan konsumen, rekan bisnis, dan supplier dan dapat bertransaksi secara elektronik dengan mereka memanfaatkan internet Istilah e-business pertama kali digunakan salah satunya oleh IBM pada tahun 1997.

E-commerce atau bisa disebut perdagangan elektronik atau e-dagang adalah penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet atau televisi, www, atau jaringan komputer lainnya. E-commerce dapat melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis.

E-commerce pertama kali diperkenalkan pada tahun 1994 pada saat pertama kali banner-elektronik dipakai untuk tujuan promosi dan periklanan di suatu halaman-web (website). Menurut Riset Forrester, perdagangan elektronik menghasilkan penjualan seharga AS$12,2 milyar pada 2003. Menurut laporan yang lain pada bulan oktober 2006, pendapatan ritel online yang bersifat non-travel di Amerika Serikat diramalkan akan mencapai seperempat trilyun dolar US pada tahun 2011.

Dalam banyak kasus, sebuah perusahaan e-commerce bisa bertahan tidak hanya mengandalkan kekuatan produk saja, tapi dengan adanya tim manajemen yang handal, pengiriman yang tepat waktu, pelayanan yang bagus, struktur organisasi bisnis yang baik, jaringan infrastruktur dan keamanan, desain situs web yang bagus, beberapa faktor yang termasuk:

  1. Menyediakan harga kompetitif
  2. Menyediakan jasa pembelian yang tanggap, cepat, dan ramah.
  3. Menyediakan informasi barang dan jasa yang lengkap dan jelas.
  4. Menyediakan banyak bonus seperti kupon, penawaran istimewa, dan diskon.
  5. Memberikan perhatian khusus seperti usulan pembelian.
  6. Menyediakan rasa komunitas untuk berdiskusi, masukan dari pelanggan, dan lain-lain.
  7. Mempermudah kegiatan perdagangan

 

Ada enam kualifikasi utama e-comerce yaitu:

  1. Infrastuktur
  2. Kesadaran
  3. Keamanan
  4. Internet banking
  5. Budaya atau kebiasaan
  6. Penyedia E-Commerce

 

Keuntungan dan Kerugian E-Commerce

a.      Keuntungan E-Commerce

E-Commerce menjanjikan dampak yang sangat besar untuk setiap industry. Kemampuan untuk membandingkan dan membeli produk pada internet mengubah praktek bisnis banyak perusahaan karena memiliki beberapa keuntungan.

Menurut Madura, keuntungan internet bagi ecommerce sebagai berikut :

  • Kemampuan untuk mencari produk dan membandingkan harganya menjadi sangat mudah.
  • Konsumen dapat dengan mudah memakai beberapa menit dari waktunya didepan computer dari pada meluangkan waktunya untuk mengunjungi took untuk mendapatkan informasi tentang prodak dan harganya.
  • Komsumen juga dapat pergi ketoko untuk melihat barang yang akan dibeli dan kemudian melalui internet mencari harga yang paling sesuai.

Menurut Adi Nugroho, ada beberapa keuntungan perdagangan elektronik (e-commerce) antara lain:

1.   Keuntungan bagi perusahaan

  • Memperpendek jarak dengan hanya meng-klik link-link yang ada pada situs-situs konsumen dapat menuju ke perusahaan dimana pun saat itu mereka berada.
  • Perluasan pasar. Jangkauan pemasaran menjadi sangat luas dan tidak terbatas oleh area geografis dimana perusahaan berada.
  • Perluasan Jaringan Mitra Bisnis. Pada perdagangan konvensional sangat sulit bagi suatu perusahaan untuk mengetahui posisi geografis mitra kerja nya yang berada dinegara-negara lain atau benua lain.
  • Efisien. Perdagangan elektronik akan sangat memangkas biaya-biaya operasional perusahaan.

2.  Keuntungan bagi konsumen

  • Efektif. Konsumen dapat memperoleh informasi tentang prodak atau jasa yang dibutuhkan dan bertransaksi dengan cara yang cepat dan murah.
  • Murah secara fisik. Karena konsumen tidak perlu mendatangi took-toko untuk mendapatkan produk dan ini memungkinkan komsumen aman secara fisik.
  • Fleksibel. Konsumen juga dapat bertransaksi dimana pun ia berada.

3.  Keuntungan bagi masyarakat umum

  • Mengurangi pencemaran dan polusi lingkungan. Konsumen tidak perlu mendatangi took-toko, dimana hal ini akan mengurangi jumalh kendaraan yang berlalu lalang, berarti menghemat bahan bakar dan tingkat polusi.
  • Membuka peluang kerja baru. Era perdagangan elektronik akan membuka peluang-peluang kerja baru bagi mereka yang tidak “buta” akan teknologi.
  • Menguntungkan dunia Akademis. Berubahnya pola hidup masyarakat dengan hadirnya perdagangan elektronik, kalangan akademis akan semakin diperkaya dengan kajian-kajian sikologis, hantropologis, social budaya dan sebagainya.
  • Meningkatkan kualitas SDM. Perdagangan elektronik ini yang nantinya akan merangsang dan memacu orang-orang untuk mempelajari teknologi computer demi kepentingan mereka sendiri.

 

b.  Kerugian E-Commerce

Disamping segala hal yang menguntungkan diatas, ecommerce juga memiliki sedikit kerugian (menurut Adi Nugroho), menyebutkan :

  • Meningkatkan individualisme. Pada ecommerce seseorang dapat bertransaksi tanpa bertemu dengan penjual prodak atau jasa tersebut, ini menimbulkan beberapa orang menjadi berpusat pada diri sendiri (egois) dan tidak terlalu membutuhkan kehadiran orang lain.
  • Terkadang menimbulkan kekecewaan. Apa yang dilihat dari layar computer terkadang berbeda dengan apa yang dilihat secara kasat mata.
  • Tidak manusiawi. Di internet, meski kita dapat mengobrol atau chatting dengan orang lain, kita mungkin tidak dapat merasakan jabat tangannya, senyuman ramahnya atau candanya.

 

Beberapa aplikasi umum yang berhubungan dengan e-commerce adalah:

  • E-mail dan Messaging
  • Content Management Systems
  • Dokumen, spreadsheet, database
  • Akunting dan sistem keuangan
  • Informasi pengiriman dan pemesanan
  • Pelaporan informasi dari klien dan enterprise
  • Sistem pembayaran domestik dan internasional
  • Newsgroup
  • On-line Shopping
  • Conferencing
  • Online Banking

 

Perbedaan E-BUSINESS dan E-COMERCE

Beda e-business dengan e-commerce adalah ecommerce hanya berupa transaksi secara elektronik di internet sedangkan e-business termasuk juga pertukaran informasi secara online misalnya sebuah perusahaan manufaktur membagi informasi persediaan bahan baku ke supplier, sebuah lembaga keuangan membagi informasi tentang perbankan, credit card, dll dengan konsumen mereka, dan sebagainya

 

SII (Strategy Of Information Integration)

SII (Strategy Of Information Integration) dalam Bahasa Indonesia artinya adalah Fenomena Integritas Sistem Informasi. Ketika sejumlah informasi yang berbeda harus diintegrasikan, maka para praktisi teknologi informasi akan menemukan suatu permasalahan yang tergolong rumit. Masalah tersebut misalnya terjadi pada saat akivitas merger dan akuisisi, kerjasama program berbasis lintas sektoral, penggabungan satu atau dua institusi pemerintahan, dan lain sebagainya. Kompleksitasnya suatu masalah dapat dilihat dari aspek teknis dan pada hal-hal yang bersifat non-teknis yang biasanya didominasi oleh isu “ego sektoral” pada masing-masing institusi yang terlibat dan SII ini digunakan untuk mencari strategi yang jelas untuk menyelesaikan permasalahan tersebut agar kegiatan system integrasi yang dilakukan tidak menemukan jalan buntu atau tidak berhasil. Oleh karena itu metodologi yang dipergunakan harus mampu menjawab berbagai kendala teknis maupun non teknis yang seringkali dijumpai pada setiap isu penggabungan. Maksudnya, metodologi yang dipakai harus dibangun dengan memperhatikan berbagai aspek yang dimaksud tersebut.

 

Tuntutan globalisasi dan persaingan bebas serta terbuka dewasa ini secara langsung telah memaksa berbagai organisasi komersial seperti perusahaan maupun non komersial seperti pemerintah untuk menata uang platform organisasinya.

Sejumlah fenomena yang merajalela akhir-akhir ini antara lain:

  • Terjadinya merger dan akuisisi antar dua atau sejumlah organisasi dalam berbagai industry vertikal, seperti: perbankan, asuransi, manufaktur, pendidikan, kesehatan, dan lain sebagainya.
  • Restrukturisasi korporasi yang dilakukan dengan mengubah pola relasi antar anak-anak perusahaan dalam sebuah konsorsium grup usaha.
  • Strategi kerjasama berbagai institusi pemerintah secara lintas sektoral untuk meningkatkan kinerja birokrasi.
  • Tuntutan berbagai mitra usaha dalam dan luar negeri untuk meningkatkan kualitas aliansi dan kolaborasi.
  • Dan lain sebagainya.

 

Fenomena tersebut secara tidak langsung memberikan dampak bagi manajemen organisasi, terutama dalam pengelolaan sumber dayanya masing-masing. Beragam tuntutan yang akhirnya berujung pada keinginan untuk ”mengintegrasikan” secara fisik maupun relasi dua atau lebih organisasi tersebut dengan melakukan upaya ”sharing” sejumlah sumber daya data dan informasi (maupun pengetahuan) yang dimiliki sesama organisasi. Maksudnya dua atau lebih sistem informasi yang ada harus diupayakan untuk ”diintegrasikan”. Proses tersebut tidaklah sesederhana yang dipikirkan. Ini terbukti dari pengalaman yang ada. Ini dapat dilihat dari lamanya proses integrasi dan sering kandasnya usaha tersebut. Masalah ini lebih didominasi oleh hal-hal yang bersifat non teknis dibandingkan dengan hal-hal yang bersifat teknis sehingga tidah banyak pihak yang mampu mencari jalan keluar dalam menghadapi permasalahan ini karena tingkat kerumitan dan kesulitannya yang tinggi itu.

Dengan mempelajari sejumlah ilmu perilaku organisasi, jalan buntu politisasi tersebut dapat dipecahkan dengan menggunakan sebuah metodologi yang disusun berdasarkan fenomena resistensi yang kebanyakan disebabkan karena hal-hal sebagai berikut:

  • Ego sektoral organisasi yang sangat tinggi sehingga menutup kemungkinan untuk bekerjasama dengan organisasi lain (kecuali jika yang bersangkutan menjadi pemimpin konsorsium).
  • Sombong karena beranggapan bahwa sistem informasi merekalah yang terbaik dibandingkan dengan yang dimiliki oleh pihak-pihak mitra lainnya.
  • Konteks kepentingan yang berbeda pada setiap organisasi sehingga sulit dicari titik temu yang memungkinkan untuk melakukan integrasi secara cepat.
  • Berebutan untuk menjadi pimpinan tim integrasi dalam sebuah konsorsium kerja sama.
  • Pelit karena adanya ketidakinginan untuk saling membagi data, informasi, maupun pengetahuan yang dimiliki karena akan dianggap mengurangi keunggulan kompetitif individu maupun organisasi.
  • Ketidaktahuan harus memulai usaha integrasi dari mana sehingga kondusif untuk dilakukan sejumlah pihak terkait.
  • Dan lain sebagainya.

 

Metodologi yang dimaksud diatas ada 6 tahap, yaitu:

Tahap I: Eksploitasi Kapabilitas Lokal

Pada tahap pertama ini, yang perlu dilaksanakan adalah melakukan pengembangan maksimal terhadap kapabilitas sistem informasi masing-masing organisasi.

Tujuan dari dilakukannya tahap ini adalah untuk memahami secara sungguh-sungguh batasan maksimal kemampuan sistem informasi dalam menghasilkan kebutuhan manajemen strategis dan operasional organisasi yang bersangkutan – baik dilihat dari segi keunggulannya maupun keterbatasannya. Hasil kajian ini sangatlah berguna untuk tahapan selanjutnya, terutama nanti dalam melihat cara-cara mengatasi keterbatasan masingmasing sistem informasi terkait.

 

Tahap II: Lakukan Integrasi Tak Tampak

Setiap kerjasama atau kolaborasi dua atau lebih organisasi kerap mendatangkan kebutuhan baru. Dan ketika kebutuhan bersama ini muncul, seringkali tidak dapat dipenuhi oleh sebuah sistem informasi yang dimiliki salah satu anggota konsorsium. Karena Tahap I yaitu kajian kapabilitas sudah dilakukan, tidak akan ada satu organisasi pun yang berani ”berbohong” atau ”membual” bahwa hanya sistem informasinyalah yang dapat menyediakan kebutuhan kerjasama konsorsium.

 

Tahap III: Kehendak Berbagi Pakai

Ketika skenario pada tahap kedua telah berjalan dengan baik, langkah berikutnya adalah melakukan evaluasi seberapa efisien dan optimum solusi tersebut berhasil dibangun terutama dalam kaitannya dengan pemanfaatan beraneka ragam sumber daya organisasi. Dalam konteks inilah mulai terlihat adanya tawaran untuk berbarengan, misalnya menggunakan server dari organisasi A, aplikasi dari organisasi B, database dari organisasi C, jaringan dari organisasi D, dan lain sebagainya. Ini dilakukan karena adanya kehendak untuk mencari solusi yang terbaik.

 

Tahap IV: Redesain Arsitektur Proses

Mencari solusi dengan berbekal berbagi pakai sumber daya biasanya dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pemilik kepentingan internal. Ketika konsorsium organisasi tersebut harus berurusan dengan pemenuhan kebutuhan pemilik kepentingan eksternal, seperti misalnya pelanggan atau publik, maka proses yang cepat, berkualitas, dan murah adalah hal yang menjadi dambaan mereka. Hal tersebut tidak mungkin terjadi jika secara lintas organisasi tidak dilakukan aktivitas redesain proses.

 

Tahap V: Optimalkan Infrastruktur

Rancangan beraneka ragam proses baru yang dihasilkan pada tahap sebelumnya tidaklah akan berjalan secara efektif, efisien, optimal, dan terkontrol dengan baik apabila secara fundamental tidak dilakukan penyesuaian terhadap infrastruktur organisasi yang ada – dalam hal ini adalah arsitektur sistem informasi terintegrasi yang dimiliki. Dalam kaitan inilah maka optimalisasi sistem informasi terintegrasi yang bercikal bakal pada masing-masing sistem informasi organisasi akan menghasilkan sebuah sistem dengan komponen-komponen lengkapnya seperti: perangkat keras, perangkat lunak, infrastruktur jaringan, sumber daya manusia, sistem database terpadu, dan lain sebagainya.

 

Tahap VI: Transformasi Organisasi

Tahap terakhir yang akan dicapai sejalan dengan semakin eratnya hubungan antar organisasi adalah transformasi masing-masing organisasi. Transformasi yang dimaksud pada dasarnya merupakan akibat dari dinamika kebutuhan lingkungan eksternal organisasi yang memaksanya untuk menciptakan sebuah sistem organisasi yang adaptif terhadap perubahan apapun.

 

SNB (Social Network Bussiness)

Pengertian SNB atau Jejaring Sosial

Jejaring sosial adalah struktur sosial yang terdiri dari elemen-elemen individual atau organisasi. Sedanngkan layanan jaringan sosial adalah layanan online, platform, atau situs yang berfokus pada bangunan dan mencerminkan dari jaringan sosial atau hubungan sosial antara orang-orang. Jejaring ini menunjukan jalan dimana mereka berhubungan karena kesamaan sosialitas, mulai dari mereka yang dikenal sehari-hari sampai dengan keluarga. Istilah ini diperkenalkan oleh profesor J.A. Barnes di tahun 1954.

 

Sejarah Jejaring Sosial.

Sejak komputer dapat dihubungkan satu dengan lainnya dengan adanya internet banyak upaya awal untuk mendukung jejaring sosial melalui komunikasi antar komputer. Situs jejaring sosial diawali oleh Classmates.com pada tahun 1995 yang berfokus pada hubungan antar mantan teman sekolah dan SixDegrees.com pada tahun 1997 yang membuat ikatan tidak langsung. Dua model berbeda dari jejaring sosial yang lahir sekitar pada tahun 1999 adalah berbasiskan kepercayaan yang dikembangkan oleh Epinions.com, dan jejaring sosial yang berbasiskan pertemanan seperti yang dikembangkan oleh Uskup Jonathan yang kemudian dipakai pada beberapa situs UK regional di antara 1999 dan 2001. Inovasi meliputi tidak hanya memperlihatkan siapa berteman dengan siapa, tetapi memberikan pengguna kontrol yang lebih akan isi dan hubungan. Pada tahun 2005, suatu layanan jejaring sosial MySpace, dilaporkan lebih banyak diakses dibandingkan Google dengan Facebook, pesaing yang tumbuh dengan cepat.

Jejaring sosial mulai menjadi bagian dari strategi internet bisnis sekitar tahun 2005 ketika Yahoo meluncurkan Yahoo! 360°. Pada bulan juli 2005 News Corporation membeli MySpace, diikuti oleh ITV (UK) membeli Friends Reunited pada Desember 2005. Diperkirakan ada lebih dari 200 situs jejaring sosial menggunakan model jejaring sosial ini.

 

Layanan Jejaring Sosial

Banyak layanan jejaring sosial berbasiskan web yang menyediakan kumpulan cara yang beragam bagi pengguna untuk dapat berinteraksi seperti chat, messaging, email, video, chat suara, share file, blog, diskusi grup, dan lain-lain. Umumnya jejaring sosial memberikan layanan untuk membuat biodata dirinya. Pengguna dapat meng-upload foto dirinya dan dapat menjadi teman dengan pengguna lainnya. Beberapa jejaring sosial memiliki fitur tambahan seperti pembuatan grup untuk dapat saling sharing didalamnya.

 

Keuntungan:

  • Dapat difungsikan sebagai media menyebar informasi semisal, seminar, talkshow, atau yang sifatnya personal seperti undangan pernikahan. Bahkan pasang iklan sosial atau cari peluang bisnis via Facebook pun ada juga
  • Kelebihannya, distribusi infonya cepat, mudah mencari teman lama, pacarlama,  dan menyambung kembali pertemanan
  • Kita bisa bersenang-senang dan bergaul dengan orang dari seluruh penjuru dunia. Dengan perkembangan pesat dunia internet, maka sarana dan prasarana untuk bisa bersenang-senang dan bergaul di online social networking pun semakin banyak pilihan. Dari mulai maen game dengan teman virtual anda, sampai kepada saling kirim kartu ucapan.
  • Situs jejaring sosial dapat dijadikan ajang silaturahmi, berkat dukungan web 2.0 nya yang interaktif apapun bisa dilakukan di sana.
  • Sarana paling efektif untuk menjalin Komunikasi dan Silaturahmi dengan teman, sahabat maupun keluarga. Tanpa lagi dibatasi jarak, tempat dan waktu, anda bisa terus menjalin silaturahmi dengan mereka, berbagi pengalaman bahkan anda bisa merencanakan sebuah acara pertemuan keluarga dengan mereka.
  • Anda dan teman virtual anda bisa saling berbagi informasi yang menguntungkan untuk kehidupan masing-masing.

 

Kerugian:

  • Social network saat ini pada umumnya bergantung pada media elektronik untuk menghubungkan. Sehingga dalam penggunaan media elektronik sangatlah penting dimana jika media ini dihilangkan keberadaanya network yang ada akan terputus.
  • Keamanan data yang tidak terjaga (dapat disalahgunakan).
  • Dr Aric Sigman, menyebutkan bahwa social networking berpengaruh buruk pada biologis seseorang. Bukti-bukti yang ada menunjukkan bahwa interaksi dengan orang lain secara online (berinteraksi tidak secara tatap muka) dapat mengubah kinerja gen, mengganggu kekebalan tubuh, hormon, fungsi arteri dan dapat menyebabkan cacat mental. Bahkan dapat menyebabkan penyakit yang lebih serius, yaitu kanker, strokes, jantung dan dementia.
  • Dapat dijadikan sarana untuk orang-orang yang ingin berbuat jahat (melakukan penipuan).
  • Banyak waktu tersita sehingga konon beberapa orang sampe di pecat dari pekerjaannya gara-gara sibuk online.
  • Bisa bikin penggunanya seolah wartawan infotainment yang ‘haus’ memburu informasi tentang dapur orang lain.Bahkan ia bisa bikin kita ‘nyandu’ jadi orang yang paling heboh dan excited nanggepin komentar di ‘Wall’ atau ‘Status’ orang lain. Terkadang saking semangatnya, tanggapan komentar yang ditulis terlalu berlebihan, tidak sopan, tidak melihat kepada siapa kita berkomentar. Tentu saja ini memperburuk ajang silaturahmi yang ingin kita jalin.
  • Isu yang paling bahaya adalah pencurian identitas, karena peraturan dalam jaringan sosial memperbolehkan siapa saja untuk menggunakan identitas yang kita miliki. Karena pendaftaran account yang sangat mudah, gratis dan tanpa persyaratan administrasi yang valid seperti KTP atau paspor, semakin membuat identitas diri seseorang dapat dipakai / dipalsukan oleh orang lain yang tidak bertanggungjawab untuk keperluan kriminal.