PENDAHULUAN

1. PEMAHAMAN TENTANG GAME

“Game” merupakan sebuah “permainan” dimana maksud permainan tersebut lebih merujuk sebagai “kelincahan intelektual atatu intellectual playability”. Game itu sendiri diartikan sebagai arena / tempat keputusan untuk pemain beraksi, dimana pada game tersebut ada target-target yang harus dicapai. Kelincahan intelektual pada tingkat tertentu, merupakan ukuran pemain sejauh mana game itu menarik untuk dimainkan secara maksimal.

Saat ini perkembangan game sangatlah cepat dan pesat, ditandai dengan adanya para ppengelola industry game yang belomba-lomba untuk menciptakan game yang lebih mendekati nyata/riil dan tentunya menarik bagi para pemainnya. Sehingga game bukanlah hanya sekedar hobi untuk mengisi waktu luang saja, melainkan sebuah cara untuk meningkatkan kreativitas dan tingkat intelektal penggunannya.

Jadi bermain “game” adalah sebuah proses penyamaan frekuensi (fine tuning) dari logika berpikir manusia dengan aplikasi computer. Secara nyata, game juga dapat mempertajam daya analisis penggunanya untuk mengolah informasi yang didapat dan mengambil keputusan cepat yang tepat.

Ada 6 faktor yang membuat seseorang hobi bermain game:

  1. Adanya tawaran kebebasan.
  2. Beraneka ragamnya pilihan yang tersedia
  3. Daya tarik element-element dalam game
  4. Interface atau tampilan game
  5. Tantangan yang ada dalam game
  6. Aksesbilitas

 

2.  KONSEP DASAR GAME 

2 cara yang dapat digunakan dalam membuat game, yaitu :

  1. Dengan membuat sendiri program yang akan digunakan untuk membuat game (umumnya professional game developer yang menggunakan cara ini).
  2. Dengan menggunakan program jadi yang tinggal kita gunakan.

 Blakangan ini 3D game semakin luas digemari. Hal ini tidak lepas dari semakin terjangkaunya harga teknologi pendukungnya. Memang untuk membuatnya lebih sulit daripada membuat game 2D, tapi hasil yang didapatkan cukup sepadan dan bahkan bisa dibilang cukup memuaskan. Sejak ditemukannya teknik cel-shading, model 3D bisa ditampilkan menjadi mirip gambar 2D. Akibatnya banyak game lebih memilih fitur ini daripada grafik 2D biasa. Jika teknik cel-shading tersebut diterapkan ke dalam sebuah prototipe game engine sebagai salah satu fiturnya, maka prototipe game engine yang dibuat bisa menangani 2 macam tipe grafik, yaitu 3D biasa dan cartoon-look 3D. Pembuatan prototipe engine ini bertujuan untuk memudahkan pembuatan game 3D yang dapat dijalankan pada komputer berbasis Windows. Pembuatan engine dilakukan dengan menggunakan program Microsoft Visual C++ .NET dan SDL 1.2.7 dengan OpenGL sebagai sistem grafisnya. Dari hasil pengujian diketahui bahwa prototipe engine ini berhasil melakukan fungsi-fungsi dasar yang diperlukan sebuah 3D game engine. Fungsi-fungsi itu antara lain adalah kemampuan manajemen memori sederhana, logging, profiling, penanganan input dari analog joystick, rendering dan animasi model 3D, loading custom game map, penanganan suara, penanganan kamera dan fitur cel-shading.

Contoh game berjenis 3D yang sekarang digemari orang adalah Line Age II yang membutuhkan RAM minimal 512 MB, processor 2.00 GHz, DirectX 9, dan Video Memori 64 MB dengan card Nvidia,ATI Radeon,dll. Game 3D ini memang dibuat dengan spesifikasi yang terlalu tinggi seperti contoh yang telah disebutkan tadi sehingga orang-orang harus mengupgrade komputer dan mengeluarkan biaya yang bnayak. Terkadang pada saat peng-upgradean hardware komputer bisa terjadi kegagalan seperti ketidak cocokan antara Hardware dengan Hardware atau Hardware dengan Software. Misalnya saat penggantian RAM komputer. Tidak semua motherboard yang mensupport jika RAM komputernya di upgrade.

Disini ada 2 buah mini game 3D yang dibuat oleh software game maker yang bernama RPG Maker XP. 2 game yang dibuat oleh sebuah perusahaan kecil PT. Cartoon Picture Studio Indo (atau sering disebut PT. CPS Indo) dikenal dengan nama The Kingdom of RPG dan Cartoon Friend Special Edition – XII IPS 3. Jenis game ini indentik dengan tipe RPG Adventure. Orang-orang  harus membuat jenis-jenis game RPG karena banyaknya sub-tipe RPG. Seperti RPG Adevnture, tipe ini merupakan RPG umum atau yang biasa dimainkan oleh orang-orang yang bermain battle dengan combo-combo yang mematikan dan mengerikan. Contohnya adalah Chocobo Dungeon 2 dengan platform-nya PSX. Tipe MMORPG ini juga merupakan RPG umum. Perbedaannya hanya terlatak pada penggunaan gamenya saja. Game ini rata-rata tergolong multiplayer online yang pastinya membutuh koneksi internet. Contohnya adalah Line Age II dengan platformnya PC, dll. Tipe RPG Daily Lifes, biasanya berisi tentang kehidupan sehari-hari. Contohnya adalah Harvest Moon (platform: PSX,PS2,PS3), Spotted The Daily Lifes (platform: PC). Tipe yang satu ini berbeda dengan tipe game lainnya yang akan dibuat oleh PT. CPS Indo. Tipe ini dikenal dengan nama RPG Ultimate Combinate. Tipe jenis ini adalah RPG campuran dengan RPG lainnya. Bukan campuran RPG saja tapi juga campuran dengan jenis game lain. Contoh: Cartoon Friend (semua series dan versi).

Contoh game yang bertype 3D adalah:

 

  

 

Contoh program untuk membuat game yang bertype 3D adalah:

1.      Macromedia Flash

Program yang satu ini ditujukan untuk membuat game-game bertipe 3D ataupun 2D. Namun program ini lebih dikhususkan untuk membuat game bertipe 3D. Program ini bisa dikatakan cukup sulit digunakan bagi anda yang belum memiliki pemahaman dasar tentang 3D maupun tentang membuat game. Kelebihan dari program ini adalah , anda dapat membuat game sekelas dengan “Medal of Honor”, “Onimusha” , “ Prince of Persia”, “Ghost Recon”, ”Grand Theft Auto”, dll .

  

2.     3D Game Studio

Dalam 3D Game Studio terdapat 3 program utama, yaitu:

  •   MED (Model Editor) 

adalah program yang berfungsi sebagai editor model bagi 3D Game Studio

  • SED (Script Editor)

adalah sebagai pengolah script dalam 3D Game Studio. Script standar yang dipakai adalah C-Script dan Lite C.

  •  WED (Level Editor)

adalah sebagai pengolah level/area permainan bagi 3D Game Studio.

Itu adalah sedikit dari sekian banyaknya program yang dapat di gunakan untuk membuat game yang bertype 3D.

 

 

Tahap-tahap pembuatan game:

1. Tentukan Genre Game

Maksudnya pikirkan jenis game yang ingin dibuat, apakah berjenis RPG(Role Playing Game) seperti harvest moon, FPS(First Person Shooter) seperti Counter Strike, SPS(Second Person Shooter) seperti 25 To Life, Arcade seperti Riden, Fighting seperti Street Fighter, Racing seperti Need For Speed, atau RTS(Real Time Strategy) seperti Age Of Empire.  Sebaiknya pilih jenis game yang sesuai dengan kemampuan sendiri, mudah dan cepat dalam pembuatannya.

2. Tentukan Tool yang ingin digunakan

Ini adalah bagian yang sangat penting. Bagi orang yang tidak menguasai bahasa pamrograman sekalipun masih bisa membuat game. Banyak sekali software yang khusus dibuat untuk membuat game dengan genre tertentu. Ada software yang menggunakan bahasa pemograman dalam pembuatan game atau sama sekali tidak membutuhkan pemograman dalam pembuatannya, sehingga dalam pembuatannya hanya perlu menggunakan mouse untuk mengatur jalannya game, karakter jagoan, musuh dan beberapa komponen game lainnya.  Software untuk membuat game ini sangat membantu dalam membuat sebuah game.

3. Tentukan gameplay game

Gameplay adalah semua sistem yang digunakan dalam game, mulai dari menu, area permainan, save, load, game over, story line, misiion sukses, mission failed, cara bermain dan sistem lainnya yang harus tentukan. Misalnya dalam sistem save, hanya memberikan fasilitas pemain bisa mensave permainan jika jagoannya sudah menuju kesebuah lokasi, kemudian ketika meload karakter jagoan akan kembali ketempat area save, atau ketika dalam menu pemain hanya akan mendapat pilihan menu play game, load game, credit dan quit. Usahakan gameplay game yang dibuat enak dimainkan dan tidak menyulitkan pemain sehingga pemain akan tidak merasa kesulitan dan nyaman dalam memainkan game tersebut.

4. Tentukan grafis yang ingin digunakan

Secara sederhana jenis grafis dapat dibagi menjadi tiga jenis yaitu jenis kartun, semi realis, atau realis. Pilih jenis grafis yang sesuai dengan kebutuhan game dan sesuai dengan kemampuan (pilihlah yang di anggap paling mudah digunakan).

5. Tentukan suara yang ingin digunakan

Tanpa suara, game yang dibuat akan terasa hambar dan kurang terasa asiknya, oleh karena itulah pilih suara yang ingin digunakan dalam permainan. Pilihan suara bisa di bagi-bagi menjadi beberapa bagian seperti bagian main menu, save menu, load menu, shoot, dead, mission sukses, mission failed, loading dan bagian-bagian lainnya. Pemilihan suara yang digunakan harus seirama dengan bagiannya. Misal untuk bagian mission failed tidak cocok jika menggunakan musik yang bersemangat, haruslah musik yang mengandung kesedihan sehingga membuat pemain makin sedih ketika jagoannya kalah.

6. Lakukan perencanaan waktu

Dengan perencanaan waktu akan membuat seseorang makin bebas melakukan hal lainnya karena perasaan nya tidak lagi terganggu dengan game yang belum selesai dibuat, kemudian ketika waktu pembuatan game sudah tiba, maka ia akan membuat game sesuai dengan urutan waktu yang sudah di tentukan sehingga tidak bingung bagian game mana yang belum selesai dikerjakan dan yang sudah selesai dikerjakan.

7. Proses pembuatan

Yang terakhir dilakukan adalah pembuatan game karena semua komponen yang di perlukan sudah disiapkan dari awal. Lakukan proses pembuatan berdasarkan waktu yang sudah ditentukan.

8. Lakukan publishing

Ketika game telah selesai dibuat, publish-lah game tersebut menjadi setup jika game itu harus diinstal terlebih dahulu sebelum dimainkan. Atau publish–lah game tersebut menjadi exe jika game itu bisa langsung dimainkan tanpa harus menginstalnya terlebih dahulu. Metode mempublish tergantung dengan tool yang di gunakan untuk membuat game.

 

Artikel ini dibuat berdasarkan dari beberapa sumber, yaitu :